Pelantikan Keuchik Gp. Sukadamai periode 2018-2024

Banda Aceh – Abdullah resmi memimpin Gampong Sukadamai untuk enam tahun kedepan. Pelantikan Abdullah dikakukan oleh Camat Lueng Bata, Mustafa S Sos, Senin (16/7/2018) di Meunasah Al-Hidayah, Sukadamai.

Pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan terhadap Abdullah disaksikan langsung Wali Kota Banda Aceh, H Aminullah Usman SE Ak MM dan Ketua TP PKK Kota Banda Aceh, Hj Nurmiaty AR. Hadir juga anggota DPRK, Royes Ruslan, Syarifah Munirah dan Zulfikar.

Abdullah memenangkan Pemilihan Keuchik Langsung (Pilchiksung) Sukadamai yang digelar 10 Mei lalu. Dari 662 pemilih, Abdullah meraih 438 suara, mengungguli Ridha Fadhillah yang meraih 124 suara.

Usai pelantikan dirinya, Abdullah menyampaikan terimakasih atas kepercayaan yang diberikan masyarakat Sukadamai. Abdullah meminta masyarakat memberikan dukungan penuh dan berjalan bersama-sama membawa Sukadamai kearah yang lebih baik.

“Saya akan berusaha menjalankan tugas ini dengan penuh tanggung jawab, menjalankan roda pemerintahan sesuai visi misi dan rencana kerja. Saya mohon masyarakat Sukadamai berjuang bersama-sama membawa gampong ini menjadi lebih baik,” pinta Abdullah.

Wali Kota Sampaikan Beberapa Pesan Untuk Abdullah

Wali Kota, Aminullah Usman menyampaikan beberpa pesan kepada Keuchik Abdullah. Yang pertama, Abdullah diminta memahami aturan yang menyangkut penyelenggaraan tugas dan wewenang keuchik.

Kemudian Wali Kota juga berpesan agar Abdullah menjaga kepercayaan masyarakat yang telah diberikan kepadanya.

“Jaga kepercayaan masyarakat, akan sangat sulit membangun gampong ketika Keuchik tidak mendapatkan kepercayaan lagi dari warganya,” pinta Aminullah.

Sebagai ujung tombak pembangunan, Keuchik Abdullah dituntut mampu bekerja keras dan ikhlas dalam memberikan pelayanan kepada warga gampong.

“Kerja Keuchik memang berat, 24 jam terasa kurang, mungkin butuh 30 Jam dalam sehari. Namun begitu, masyarakat harus dilayani dengan sepenuh hati. Istri Keuchik juga harus begitu,” pinta Wali Kota.

Abdullah juga diminta mampu membangun kekompakan dengan aparatur gampong. Hal ini penting dalam rangka membangun harmonisasi dan sinergitas program-program pembangunan gampong.

“Bangun komunikasi juga dengan gampong tetangga, dengan Kecamatan, Kepolisian, TNI, DPRK hingga ke Balaikota juga harus dilakukan,” tambahnya.

Terkait dana gampong, Wali Kota meminta Keuchik selalu mengedepankan transparansi dan ketelitian dalam pengelolaannya.

“Dana gampong lumayan banyak, kelolalah dengan transparan dan tidak berdasarkan kepentingan. Saya tidak ingin Keuchik tersangkut masalah hukum karena dana desa,” tegas Aminullah.

Pesan lain, Wali Kota juga meminta Keuchik dan warga Sukadamai aktif dalam memerangi narkoba. Katanya, Banda Aceh telah memiliki komitmen yang kuat dalam memerangi narkoba.

“Kita ingin jadikan Banda Aceh sebagai wilayah Zero Narkoba. Programnya dimulai dari Gampong Zero Narkoba,” katanya.

Di akhir sambutannya, Wali Kota menyampaikan tekadnya ingin menjadikan Banda Aceh sebagai barometer penegakan syariat Islam. Karenanya, para Keuchik dan warga diminta ikut berpartisipasi aktif dalam penegakan syariat Islam di Banda Aceh.

“Kita ingin Banda Aceh menjadi barometer penegakan syariat islam. Masyarakat kita minta partisipasinya, sudah kita sediakan call center Banda Aceh Gemilang Anti Maksiat. Warga yang melihat ada pelanggaran dilingkungannya segera telpon nomor 081219314001,” pinta Wali Kota.

Lanjutnya, Muzakarah Ulama Tauhid Sufi Internasional yang baru saja berakhir menunjukkan kepada dunia bahwa Banda Aceh memiliki komitmen yang kuat dalam penegakan syariat Islam.

“Muzakarah ini juga momentum bagi kita mengenalkan Banda Aceh kepada dunia luar. Banda Aceh yang menerapkan syariat Islam memiliki toleransi dan terbuka terhadap siapapun. Syariat Islam juga tidak menjadi penghalang bagi Banda Aceh meraih kejayaannya,” tutup Aminullah. (mkk)

http://bandaacehkota.go.id/berita/10215/abdullah-resmi-jadi-keuchik-sukadamai.html