

Dia juga meminta dana tersebut disalurkan 100 persen dalam satu tahap, tidak seperti tahun sebelumnya yang disalurkan dalam dua tahap. Sehingga tidak harus menunggu perubahan anggaran dalam menuntaskan penyaluran ADG tersebut, yang masing-masing gampong rata rata menerima Rp 50 juta.
“Jika disalurkan dalam dua tahap, pemanfaatan dana tersebut untuk pembangunan dikhawatirkan tidak maksimal,” kata Razali mengingat jadwal pembahasan APBK Perubahan hingga saat ini juga belum ditentukan.
Sementara itu, Asisten II Setdako Banda Aceh Bidang Keistimewaan Ekonomi dan Pembangunan, Drs Said Yulizal MSi mengungkapkan, ADG akan segera disalurkan bulan ini. “Saat ini proses administrasinya sedang dilakukan. Mudah-mudahan dana tersebut bisa disalurkan dalam beberapa minggu ke depan,” kata Said, kemarin.
Ditanya soal sudah dua kali penundaan penyaluran ADG, dia menjelaskan, keterlambatan penyaluran dana ADG itu disebabkan banyak pemerintah gampong yang belum menyelesaikan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Gampong (RAPBG) yang harus diajukan ke Pemko Banda Aceh. Beberapa di antaranya malah ada yang terpaksa dikembalikan untuk direvisi, karena tidak sesuai dengan standar yang telah ditetapkan.
“Banyak draf RAPBG yang kami kembalikan untuk diperbaiki karena belum sesuai standar. Sehingga proses penyaluran ADG membutuhkan waktu lebih lama. Terkait hal itu, dalam waktu dekat kami juga akan melakukan pelatihan khususnya kepada sekretaris gampong, menyangkut tata cara pengelolaan keuangan,” pungkas Said Yulizal.(th)
Leave a Reply