DPRK Banda Aceh Usul Raqan Pemilihan Keuchik melalui e-Voting

Musriadi Aswad, Ketua Komisi I DPRK Banda Aceh

BANDA ACEH – Dewan Per­wakilan Rakyat Kota (DPRK) Banda Aceh mengusulkan rancangan qanun (raqan) ten­tang pemilihan keuchik seren­tak melalui e-voting. Raqan itu diinisiasi oleh Komisi I DPRK setempat.

Usul raqan inisiatif pemili­han keuchik serentak melalui e-voting dibacakan dan dis­erahkan kepada pimpinan DPRK dalam rapat paripur­na oleh Sekretaris Komi­si I, Muhammad Arifin dari Partai Demokrat, Selasa (19/5/2020)

Ketua Komisi I DPRK Banda Aceh, Musriadi Aswad MPd mengatakan pemilihan keuchik melalui e-voting san­gat mungkin dilakukan karena mengedepankan kemudahan dan efisiensi.

“Pemilih tinggal menyentuh panel komputer yang disediakan. Di layar itu akan muncul gambar dan nomor urut calon, pemilih tinggal menyentuh salah satu calon,” kata Musriadi.

Hasilnya, lanjut dia, akan direkap secara otomatis dan hasil pilihan itu juga akan dice­tak secara manual. Sehingga selain penghitungannya bisa langsung secara elektronik, juga bisa dilakukan secara manual melalui hasil cetak pili­han secara elektronik tadi.

Musriadi menjelaskan, e-voting merupakan sebuah sistem yang memanfaatkan perangkat elektronik dan men­golah informasi digital untuk membuat surat suara, mem­berikan suara, menghitung perolehan suara, menayang­kan perolehan suara dan me­melihara serta menghasilkan jejak audit.

“Dibandingkan dengan pe­mungutan suara konvensional, e-voting menawarkan bebera­pa keuntungan,” ungkap Ketua Komisi I DPRK Banda Aceh itu.

Adapun syarat yang harus dipenuhi dalam penerapan e-voting penggunaan e-KTP harus sudah dilengkapi den­gan sidik jari dan chip. Melalui penggunaan e-KTP ini dihara­pkan sudah tidak ada lagi peluang pemilih ganda dan warga negara yang berhak memilih tapi tidak terkoordinir atau tidak terdaftar.

“Menurut saya diperlukan pelatihan terlebih dahulu sebelum benar-benar melak­sanakan e-voting. E-voting ini adalah teknologi baru di Indo­nesia. Jadi yang utama ada­lah kesiapan dari masyarakat yang akan melaksanakan ini,” kata dia.

Selain itu, secara angga­ran juga terjadi penghematan. “Pelaksanaan e-voting dan e-rekapitulasi secara anggaran akan terjadi efisiensi yang cuk­up besar,” ungkap politisi Partai Amanat Nasional (PAN) itu.

Ia berharap pelaksanaan pemilihan keuchik melalui sistem e-voting dapat menjadi solusi untuk mempercepat pengolahan hasil, meningkat­kan aksesibilitas dan mem­buat pemilihan menjadi lebih nyaman bagi masyarakat.

Dalam beberapa kasus, lanjutnya, ketika digunakan pada serangkaian pemili­han, bisa mengurangi biaya pemilihan dalam jangka panjang.(*)

Editor: bakri

 https://aceh.tribunnews.com