DPMG Kota Banda Aceh Ikuti Kegiatan Rakernas XVIII APEKSI di Medan

Kepala DPMG Kota Banda Aceh (Ritasari Pujiastuti, AP.M.Si) didampingi Sekretaris (Dody Haikal, S.STP, M.Si), dan anggota (Fakrul Razi, Abdul Hadi, Mirza Iswandi dan T. Andriansyah) bersama rombongan Pemerintah Kota Banda Aceh mengikuti kegiatan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) XVIII Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) tanggal 1-3 Juli 2026.

Pada acara pembukaan yang berlangsung di Grand City Hall Medan, Rabu (01/07/26), Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’adudduin Djamal ikut melakukan pemukulan Gordang Sambilan sebagai simbolis pembukaan.

Pemukulan tersebut dilakukan bersama dengan Wamendegri RI Bima Arya Sugiarto, Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas, Ketua Dewan Pengurus APEKSI sekaligus Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, Direktur Eksekutif APEKSI, para pengurus APEKSI dan Wakil Wali Kota Medan, Zakiyuddin Harahap.

Wamendagri RI, Bima Arya Sugiarto lewat tema Kota Tangguh, Bangsa Berdaulat ia berpesan bahwa ketangguhan suatu daerah tidak dapat dibangun secara sendiri-sendiri, melainkan harus diwujudkan melalui kolaborasi yang melibatkan seluruh pemangku kepentingan.

Oleh karena itu, kata Arya kemampuan membangun jejaring dinilai menjadi salah satu faktor penting yang menentukan kesiapan sebuah kota dalam menghadapi berbagai tantangan.

“Ketangguhan itu tidak bisa dibangun sendiri, tetapi lahir karena kita mampu berkolaborasi. Kota-kota yang tangguh adalah kota yang terampil berkolaborasi dengan Forkopimda, komunitas, NGO, dan kampus. Kepala daerah yang terampil membangun jejaring pasti akan lebih tangguh dibandingkan yang lain,” ujarnya. 

Sebelumnya,  di Ballroom Hotel Arya Duta, Senin,(30/6/2026) Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal membuka secara resmi Forum 

Lingkungan Hidup – Rakernas XVIII APEKSI 2026, 

Illiza yang juga menjabat Wakil Ketua Bidang Lingkungan dan Perubahan Iklim APEKSI, melakukan penabuhan gendang melayu sebagai simbol dimulainya acara tersebut.

Kegiatan yang mengangkat tema, “Dari Komitmen ke Aksi: Tangguh untuk Mempercepat Penurunan Emisi Demi Bumi Lestari” tersebut diikuti Para Wali Kota, Kepala Dinas Lingkungan Hidup, para akademisi, praktisi, komunitas lingkungan, serta seluruh peserta Forum Lingkungan Hidup dari berbagai kota di Indonesia.

Turut hadir juga Ary Sudijanto, Deputi Bidang Pengendalian Perubahan Iklim dan Tata Kelola Nilai Karbon, Kementerian Lingkungan Hidup, Rico Tri Putra Bayu Waas , Wali Kota Medan, Ketua Komwil I APEKSI, Alwis Rustam, Sekretaris Dewan Pengurus / Direktur Eksekutif APEKSI.

Dalam sambutannya, Illiza menyebutkan fenomena pemanasan global telah memicu berbagai perubahan yang dampaknya dirasakan hampir di seluruh dunia. Curah hujan menjadi tidak menentu, banjir dan kekeringan terjadi lebih sering, gelombang panas meningkat, abrasi pantai semakin meluas.

“Perubahan iklim bukan lagi sekadar data dalam laporan ilmiah. Tetapi kenyataan yang memengaruhi kehidupan masyarakat, mengganggu aktivitas ekonomi, merusak infrastruktur, mengancam ketahanan pangan, bahkan membebani kapasitas fiskal daerah,” sebu Illiza.

Illiza juga mengatakan forum lingkungan ini bukan sekadar ruang diskusi, melainkan ruang berbagi pengalaman, ruang belajar bersama, dan ruang untuk menemukan solusi yang dapat direplikasi di berbagai kota.

“Inilah salah satu kekuatan APEKSI. Kita tidak hanya berkumpul untuk membicarakan tantangan, tetapi juga menghadirkan solusi dari berbagai kota,” ungkap Illiza.

Usai membuka acara , Wali Kota Illiza juga berkesempatan “Sharing Praktik Baik” bersama sejumlah Kota yang hadir pada acara pembukaan Forum Lingkungan Hidup – Rakernas XVIII APEKSI 2026.

Kota Banda Aceh juga mengikuti Indonesia City Expo yang bertujuan memperkenalkan produk-produk unggulan daerah kepada masyarakat luas, khususnya para peserta Rakernas APEKSI yang berasal dari seluruh Indonesia.

Setiap tahun Banda Aceh secara rutin membawa produk-produk terbaik dalam ajang tersebut. Di antaranya parfum sebagai bagian dari upaya mendukung Banda Aceh sebagai Kota Parfum, kain tenun, serta berbagai produk bordir yang telah dikreasikan menjadi tas, pakaian, hingga outer.

Seluruh produk yang dipamerkan merupakan hasil binaan dan pendampingan Dinas Tenaga Kerja yang terus dijaga kualitasnya. Berbagai produk tersebut juga telah beberapa kali mengikuti pameran berskala nasional, seperti INACRAFT maupun event promosi lainnya.

Indonesia City Expo, produk-produk unggulan Banda Aceh semakin dikenal luas, terutama oleh sesama anggota APEKSI dari seluruh Indonesia. Ini menjadi ajang bagi pelaku IKM untuk memperluas pasar sekaligus mendorong usaha mereka agar semakin maju dan berkembang,

diskominfo.

prokopim.

diskominfo.