Wali Kota Menjawab: Banda Aceh Maksimalkan Vaksinasi

* Kesembuhan Meningkat

Banda Aceh – Wali Kota Banda Aceh, Aminullah Usman mengatakan Pemko Banda Aceh terus melakukan upaya masif dalam melakukan vaksinasi terhadap masyarakat Kota Gemilang.

Hal tersebut disampaikan Aminullah pada program Wali Kota Menjawab edisi Juni, Senin (7/6/2021) yang disiarkan live melalui 10 stasiun radio.

Program Walkota Menjawab kali ini mengusung tema ‘Penanganan Covid-19 di Banda Aceh’. Selain Wali Kota Aminullah, kali ini juga dihadirkan Wakil Ketua DPRK Usman bersama Kasdim 0101/BS Letkol Inf M Fahdi dan Kabag Ops Polresta Banda Aceh, Kompol Juli Effendi.

Dalam kesempatan ini, wali kota juga menjelaskan program vaksinasi di Kota Banda Aceh ditargetkan mencapai 12.760.

Vaksinasi yang dilakukan di 24 lokasi berjalan sukses dan mengundang animo tinggi dari masyarakat kota. Aminullah pun menyampaikan apresiasi dan terimakasih kepada semua pihak, yakni TNI/Polri, nakes, tenaga kesehatan, camat, keuchik dan seluruh masyarakat kota yang telah menyukseskan program tersebut.

Pada kesempatan ini wali kota juga mengucapkan rasa syukur atas angka kesembuhan di Banda Aceh. Angka kesembuhan Covid-19, Senin 7 Juni 2021 mengalami peningkatan signifikan. Angkanya sangat menggembirakan, yakni hampir dua kali lipat dari kasus positif (32 kasus).

“Alhamdulillah hari ini angka kesembuhan Covid-19 mencapai 62 orang, jauh meningkat dari hari-hari sebelumnya. Peningkatan ini hampir dua kali lipat dari kasus positif hari ini, yakni 34 kasus,” ungkap wali kota.

Namun, meski angka kesembuhan meningkat, Wali Kota Aminullah tetap meminta seluruh warga kota tetap meningkatkan kewaspadaan dengan terus disiplin menjalankan Protokol Kesehatan (Prokes) sesuai dengan Perwal 51 tahun 2020, yakni menjalankan 4M, mencuci tangan, memakasi masker, menjga jarak dan menghindari kerumunan.

“Angka kesembuhan hari ini patut kita syukuri, tapi kita jangan cepat puas, apalagi hingga abai. Tetap disiplin menjaga prokes sesuai amanah Perwal 51 tahun 2020,” pinta Aminullah.

Lewat kegiatan yang disiarkan 10 stasiun radio itu, Wali Kota juga menjawab beberapa pertanyaan lewat saluran telpon (08116880993) yang disediakan, termasuk soal penyegelan tempat usaha warung/cafe dan sejenisnya yang melanggar prokes.

Kata wali kota, Forkopimda Banda Aceh sebenarnya tidak menginginkan menyegel usaha warung kopi dan sejenisnya. Namun harus dilakukan karena kerumunan massa seperti tak terkendali. Diperparah lagi tidak adanya fasilitas wastafel, sabun dan handsanitizer yang disediakan di tempat-tempat tersebut, dan pelanggaran membuka lewat jam 11 malam. Padahal jauh-jauh hari telah disosialisasikan oleh Satgas.

Saat ini, banyak warung dan cafe telah dibuka segelnya dan tidak dilarang membuka usahanya kembali. Namun diminta tidak mengulangi lagi pelanggaran dan benar-benar menerapkan prokes di tempat usaha mereka.

Kata Aminullah, hingga saat ini kasus Covid-19 di Banda Aceh mencapai 3589 kasus. Angka tersebut naik drastis dalam 3 bulan terakhir.

“Dari 3589 kasus positif itu 3022 sembuh dan meninggal 122 orang. Hari ini, 435 dalam perawatan,” ungkapnya.[]