[2-7-202] PSM Ahli Muda Bidang Pemberdayan Ekonomi dan Kerjasama DPMG Kota Banda Aceh, Nanda Rizki Syahputra, S.IP. wakili Kadis hadiri Launching Unit Pangan dan Sembako BUMG Jroh Naguna Gampong Lampulo Kecamatan Kuta Alam. Kehadiran unit usaha baru tersebut menjadi salah satu langkah strategis Pemerintah Gampong Lampulo dalam memperkuat kemandirian ekonomi gampong melalui pengembangan Badan Usaha Milik Gampong. berlangsung di lokasi Toko Sembako BUMG Jroh Naguna dan dihadiri oleh perwakilan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Gampong Kota Banda Aceh, Dinas Pangan Aceh, Polsek Kuta Alam, Danramil, Sekretaris Camat Kuta Alam, Tuha Peut Gampong, Imum Mukim, para kepala dusun, perangkat gampong, Pengurus BUMG Jroh Naguna, Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat/Pendamping Desa serta ibu-ibu PKK Gampong Lampulo.
Kegiatan diawali dengan sambutan sekaligus pembukaan oleh Keuchik Gampong Lampulo, Drs. Dahlan. Dalam sambutannya, Keuchik menyampaikan bahwa kehadiran Toko Sembako BUMG Jroh Naguna merupakan bentuk komitmen Pemerintah Gampong Lampulo dalam mengembangkan potensi ekonomi lokal.
BUMG diharapkan tidak hanya menjadi lembaga usaha milik gampong, tetapi juga mampu membuka peluang ekonomi, memperluas pelayanan kebutuhan pokok masyarakat, menciptakan ruang usaha yang produktif, serta memberikan kontribusi terhadap peningkatan kesejahteraan warga dan Pendapatan Asli Gampong.
Sambutan berikutnya disampaikan oleh Nanda selaku Koordinator PIC Wilayah Kecamatan dari DPMG Kota Banda Aceh. Dalam arahannya, ia memberikan motivasi kepada seluruh pengurus BUMG agar menjalankan usaha dengan penuh tanggung jawab, menjaga tata kelola yang baik, serta terus melakukan inovasi dalam mengembangkan unit usaha.
DPMG Kota Banda Aceh turut mengapresiasi inisiatif Pemerintah Gampong Lampulo yang telah menghadirkan Toko Sembako BUMG Jroh Naguna sebagai salah satu upaya konkret memperkuat perekonomian masyarakat.
Pada kesempatan tersebut, operasional Unit Pangan dan Sembako BUMG Jroh Naguna juga secara resmi dibuka, menandai dimulainya aktivitas pelayanan dan usaha kepada masyarakat.
Rangkaian acara dilanjutkan dengan pembacaan doa sebagai ungkapan rasa syukur atas terlaksananya launching Unit Pangan dan Sembako BUMG Jroh Naguna. Doa dipanjatkan agar pengelolaan BUMG senantiasa diberikan kelancaran dan mampu berkembang menjadi usaha yang maju, mandiri, serta memberikan manfaat luas bagi masyarakat Gampong Lampulo.
Melalui peluncuran ini, Toko Sembako BUMG Jroh Naguna diharapkan dapat menjadi pusat penyedia kebutuhan pokok masyarakat dengan harga terjangkau, sekaligus menjadi salah satu penggerak ekonomi lokal.
Keberadaan unit usaha tersebut juga diharapkan mampu mendukung terwujudnya Gampong Lampulo yang semakin mandiri, produktif, dan sejahtera, serta menjadi contoh pengelolaan usaha gampong yang profesional dan berkelanjutan di Kecamatan Kuta Alam.
pada kegiatan tersebut Pemerintah Aceh melalui Dinas Pangan bekerja sama dengan Dinas Pangan, Pertanian, Kelautan dan Perikanan Kota Banda Aceh, serta Perum Bulog Kanwil Aceh, menyediakan sebanyak 800 paket Gerakan Pangan Murah (GPM)
Keuchik Gampong Lampulo, Drs M Dahlan mengatakan, BUMG ini sebenarnya telah memiliki badan hukum sejak tiga tahun lalu. Namun, unit usaha sembako baru resmi diluncurkan tahun ini setelah menjalin koordinasi dengan Dinas Pangan Aceh dan terdaftar sebagai mitra binaan.Menurutnya, kehadiran BUMG tersebut diharapkan dapat memudahkan masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga eceran tertinggi (HET) pemerintah, sekaligus menjadi bagian dari upaya pemberdayaan ekonomi warga. “Kita yakin kiprah BUMG ini masyarakat akan terbantu bahan kebutuhan pokok,” ujar Dahlan.
Sementara Direktur BUMG Jroh Naguna Lampulo, Dr Jalaluddin mengatakan, saat ini pihaknya menyediakan beras, minyak goreng, telur, gula, dan air mineral sesuai kebutuhan masyarakat. Ke depan, BUMG juga diharapkan dapat berkembang menjadi tempat distribusi berbagai kebutuhan pokok warga.
Ia berharap, dukungan masyarakat Gampong Lampulo untuk berbelanja dan ikut mengawasi pengelolaan BUMG, sehingga mampu menghasilkan pendapatan yang bermanfaat bagi masyarakat dan gampong. “Karena ini modalnya dari masyarakat, bermakna penyertaan modal dari pemerintah kepada BUMG, sudah barang pasti uang ini harus mengalir dan berputar di masyarakat itu sendiri,” ujar Jalaluddin.
Di sisi lain, Kepala Bidang Distribusi dan Cadangan Pangan Dinas Pangan Aceh, Yuni Saputri STP MT mengatakan, pelaksanaan pasar murah dilakukan bertepatan dengan launching BUMG Lampulo, karena badan usaha tersebut kini telah menjadi Mitra Kios Pangan Aceh.
Ia menjelaskan, komoditas yang dijual dalam Gerakan Pangan Murah tersebut telah mendapatkan subsidi pemerintah, sehingga dapat dijangkau masyarakat. Program itu diharapkan mampu membantu meringankan beban kebutuhan keluarga, terutama di kawasan yang tidak memiliki produsen pangan seperti beras.(*)